Pada pos kali ini saya akan membahas tentang apa apa saja yang perlu kita ketahui agar perjalanan trekking anda selama di Nepal berjalan dengan lancar dan menjadi pengalaman yang sangat indah.. Semua Tips berikut saya dapatkan berdasarkan pengalaman pribadi saya selama 2 minggu trip saya ke Nepal ( Annapurna Base Camp )
All About Trekking in Nepal:
1. Permit !! Ada 2 permit yang dibutuhkan jika anda memilih Annapurna Base Camp sebagai tujuan trekking anda , yaitu TIMS dan ACAP.. Untuk kedua permit ini kita bisa apply langsung di kantornya yang tidak jauh dari Thamel Street di Kathmandu dan tidah jauh juga dari Fewa Lake di Pokhara.. Untuk orang yang memiliki banyak waktu lebih baik apply sendiri karena sangat mudah ,tetapi untuk orang yang tidak punya banyak waktu seperti saya lebih baik menggunakan jasa Tour Agent di sana atau minta tolong dengan pihak hotel tempat anda menginap dan biasanya anda akan di kenakan uang charge untuk itu.. In my case, saya meminta tour agent tempat saya menyewa jasa porter untuk mengurusnya dan biaya yang dikenakan waktu itu masing-masing USD 20.. Tidak beda jauh kok dari harga resmi nya tapi yasudahlah saya tidak punya banyak waktu soalnya, yang di perlukan adalah pass foto ,uang dan fotocopy passport untuk mengurus ini.
2. Porter !! untuk anda yang belum terbiasa trekking ke gunung seperti hal nya saya yang baru pertama kali naik gunung,ada baiknya anda menyewa jas Porter/Sherpa.. Upah porter per hari sekitar USD 10-15 untuk off season dan USD 15-20 untuk peak season.. Saya pribadi lebih menyarankan untuk menyewa jasa seorang Porter ketimbang Guide ,pertama karena upah seorang Guide lebih mahal dan kedua Guide tidak bisa membawa barang-barang kita. Sedangkan,seorang porter akan bertugas membawa barang -barang kita sekaligus menjadi pemandu kita selama trekking,tidak usah kuatir dengan komunikasi karena menurut pengalaman saya rata-rata porter disana sudah lumayan dalam berbahasa inggris setidaknya untuk bisa berkomunikasi dengan kita,that's enough i think ketimbang kita keluar duit lebih banyak untuk seorang guide yang tidak terlalu diperlukan oleh trekker menurut saya. Tips dari saya kalau anda punya banyak waktu dan anda memilih Annapurna BC sebagai tujuan trekking anda ,carilah Porter saat di Pokhara jangan di Kathmandu karena jika anda menyewa jasa porter di Kathmandu anda akan di kenakan charge untuk ongkos biaya Tourist Bus si porter menuju ke Pokhara jadi untuk sedikit meghemat carilah di Pokhara saja, banyak kok di hotel-hotel atau Tour Agent disana.
3. Snow Cleats / Crampoon !! ini alat yang sangat penting yang terlupakan oleh saya waktu itu, alat ini seperti sol tambahan berbentuk rantai-rantai besi yang berfungsi untuk alas sepatu kita dan sangat di butuhkan ketika anda melewati es di jalur trekking selama musim dingin. In my case, saya pergi saat winter di negara itu yaitu Februari dan saya lupa membawa alat ini karena ini pengalaman pertama saya akan melihat salju jadi saya sama sekali tidak mengira kalau berjalan di salju apalagi es itu sangat licin sekali percis rasanya seperi kita jalan di ice skating Taman Anggrek dengan sepatu futsal hahaha.. beruntung banget waktu itu saya bertemu dengan seorang cewek korea yang sangat berbaik hati memberikan Snow cleats miliknya karena dia akan balik lebih awal dari saya dan sudah tidak terpakai lagi, serius saya benar -benar tertolong dengan alat ini karena mungkin kalau tidak ada alat ini saya tidak akan berhasil sampai Basecamp waktu itu.. Sebenernya kita bisa menyewa alat ini di Deurali ,desa terakhir sebelum menuju Macchapuchhre Basecamp dan Annapurna,tetapi saat itu jalur untuk menuju ke sana saja sudah terlapis oleh es yang sangat licin dan parahnya lagi jalur menuju sana benar-benar hanya setapak dan di sebelah kiri sudah jurang bisa kan bayangin extreme nya gimana kalau gak ada snow cleats ini, jangankan saya yang pemula waktu itu trekker -trekker bule saja yang terkenal berani sampai berbalik arah tidak berani karena tidak membawa alat ini, so saran saya siapkan ini sebelum anda memulai trekking ( khusus untuk yang mendaki saat Winter ya ).
4. Travel Insurance !! Persiapkan ini sebelum anda menuju Nepal ,persiapkan ini dari negara asal anda, percayalah kalau insurance ini sangat penting nanti.. In my case, karena saya orangnya sangat anti dengan yang namanya asuransi-asuransi macam Pr*dential itu ,jadi saya selalu berpikir asuransi itu bullshit. ya memang benar,tapi tidak sepenuhnya benar,khususnya untuk Travel Insurance. Alhasil,saya tidak membelinya saat berpergian ke Nepal kemarin. dan ternyata setelah di sana saya baru tau bergunanya insurance ini. Ceritanya waktu itu semalam sebelum saya menuju Annapurna Base Camp tepatnya di Bamboo, saya dan porter saya terlibat perbincangan hangat dengan para trekker-trekker mancanegara yang sudah lebih dulu menaklukan basecamp dan sedang dalam jalur turun , so satu persatu dari mereka bercerita tentang bahaya jalur dari Deurali menuju MBC karena memang saat itu cuaca di gunung sangat buruk sekali hampir setiap hari kabut tebal bahkan hujan salju terjadi di daerah basecamp,bahkan ada satu orang dari German yang bercerita bahwa dia salah memijak salju dan akhirnya dia ambles sampai dada nya ,buset tuh Bule tingginya aja 2 meter gimana saya dan porter saya yg ambles hahaha.. Keesokan harinya pagi sebelum kami melanjutkan perjalanan menuju basecamp ,Porter saya bertanya apakah saya sudah ada Travel Insurance dan dengan polosnya saya menjawab tidak ada,seketika si Porter langsung sinis dengan saya dan menolak untuk membawa saya melanjutkan perjalanan karena terlalu beresiko saat itu, tapi dengan tegasnya saya memaksa untuk tetap membawa saya sampai tujuan karena saya sudah membayarnya untuk itu. barulah dia cerita kenapa dia tidak berani membawa saya kesana ternyata maksud dia baik,karena kalau saat menuju sana saya mengalami accident terlebih saat itu hampir setiap saat Avalanche terjadi di puncak ,dan saya memerlukan evakuasi darurat . Well, hanya ada satu cara untuk menolong saya yaitu dengan memanggil Helicopter dari kota untuk menjemput langsung dan membawa saya ke rumah sakit di Kathmandu. dan yang lebih extreme biaya akan dikenakan untuk itu adalah sekitar USD 3000 Wow!!! sekitar 35 jutaan loh ( itu menurut Porter saya ,tapi saya dengar dari orang - orang yang lebih pengalaman , biaya yang akan di kenakan akan bervariasi tergantung dengan lokasi atau kondisi waktu itu mungkin tapi minimal biaya akan dikeluarkan adalah sekitar 11 jutaan rupiah tetap Wow kan hahaha) tapi lain halnya kalau anda memiliki Travel Insurance semua evakuasi darurat ini akan di cover langsung oleh pihak Insurance.. Lagipula harga Travel Insurance ga terlalu mahal kok jika dibanding dengan manfaat nya mungkin hanya sekitar 500- 800 ribuan tergantung ya.
5. Power Bank !!! bawalah alat ini minimal 2 biji karena di Nepal alat ini akan sangat di perlukan berhubung kondisi listrik di Nepal yang sangat buruk bahkan di kota - kotanya karena setiap hari akan ada pemadaman listrik secara bergilir dan setiap bangunan yang memiliki listrik akan mengalaminya setiap hari. So, anda ga mau kan sampai gadget anda atau camera anda kehabisan daya kan hanya karena saat anda ingin mencharge ternyata listrik mati .. Untuk colokan listrik di Nepal ,compatible kok dengan colokan di Indonesia jadi tidak perlu membawa adapter macem-macem lagi.
Semoga Bermanfaat !
Sabtu, 18 April 2015
Kamis, 16 April 2015
Nepal Trip - Day 2 (Kathmandu - Pokhara) (11 Feb 2015)
Minggu, 08 Maret 2015
Nepal Trip - Day 1 ( Jakarta - Kathmandu ) (10 Feb 2015 )
| Action dulu sebelum take off :) Setelah turun dari pesawat menuju ke sini untuk proses Transit. |
| Terminal baru KLIA 2 |
| Pramugari cantik di flight Air Asia X. |
| Pengisian Visa Application Form nya menggunakan mesin. |
| Lembar Disembarkation Form nya. Mengantri untuk membayar Visa(usahakan bayar dengan USD). |
| Bandara kecil namun tetap eksotis. |
| Airport Outside |
| Pusat kota Kathmandu Bemo Versi NEPAL lol! |
| Thamel Street |
| Salah satu sudut Thamel Street. |
| Durbar Square |
| Salah satu bangunan candi di Durbar Square. |
Mandi sebentar di shared bathroom nya hotel karena kamar yang saya book dari Agoda ini hanya tipe dormitory jadi semacam shared room gitu,walau sudah keliling seharian di Thamel Street bahkan sampe nyasar-nyasaran segala tapi semangat saya tak pernah padam hahaha.. Lalu saya menghabiskan malam ini dengan mencari satu Cafe terkenal yang sudah saya kantongi namanya dari Jakarta namanya Rum Doodle, tapi setelah bolak balik dan tanya sana sini kurang lebih hampir sejam tetap saja tidak ketemu cafe nya akhirnya saya memutuskan untuk makan di salah satu restoran lokal khas makanan tibet saja karena waktu sudah menunjukan jam 9 malam dan udara sangat dingin sekali di malam hari ,akhirnya saya memesan salah satu makanan khas tibet yaitu MoMo semacam daging sapi atau ayam yang dibungkus dengan semacam tepung gitu lumayan sih tapi saya tidak terlalu suka deh yang satu ini dan saya mencoba chocolate milkshake disana yaitu chocolate yang di mix dengan susu yak (semacam kerbau atau banteng khas pegunungan himalaya gitu ) enak banget menurut saya yang satu ini hehehe.. Setelah makan malam keliling sebentar untuk melihat kehidupan malam di Thamel Street ,banyak juga loh bar bar yang ada sexy dancernya dan tempat spa-spa gitu tapi sembunyi-sembunyi sih paling kita di panggil terus aja sama germo nya hahaha.. Tapi tetap ga segokil Phuket atau Pattaya di Thailand kok. hehehe.. Malam ini saya sharing room dengan seorang bule dari San Fransisco dan satu lagi bule dari Switzerland.. Saya berbincang cukup lama dengan si mister American karena dia baru saja balik dari ABC dia bercerita banyak tentang keadaan menuju kesana dan bahkan dia sengaja membuka Laptop nya untuk memamerkan foto2 selama disana,jadi makin penasaran dengan ABC nih. Asik sih sebenernya shared room gini kita bisa kenal sama orang-orang baru sekalian buat ngelatih inggris kita juga hehehe..
| Nepalese Rupee |
| Nightlife di Thamel street |
| MoMo makanan khas tibet. Chicken Fried Rice(porsi kuli) with Chocolate Milkshake. |
-Airport Tax Soetta Airport Jakarta = Rp 150.000,-
-Visa Nepal(15 days) = Rp 312.500,- ( USD 25 )
-Sim Card = Rp 25.500,- ( NPR 250 )
-Mineral Water = Rp 3.060,- ( NPR 30 )
-Dinner at Tibet Restaurant = Rp 51.000,- (NPR 500 )
-Trekking Guide Service (10 days) = Rp 3.500.000,- ( USD 280 )
-Rent a Sleeping Bag (10 days) = Rp 125.000,- (USD 10)(No Deposit)
Total = Rp 4.167.000,-
Currency Rate : 1 USD = Rp 12.500,-
1 NPR = Rp 102,-
Third Eye Adventure Service Deal (USD 280) =
-Guide cum Porter (10 days) = USD 160
-Bus to Pokhara for 2 persons = USD 15
-Bus to Nayapul for 2 persons = USD 15
-TIMS = USD 20
-ACAP Permit = USD 20
-Jeep to Pokhara from Syauli for 2 persons = USD 20
-1 Hotel in Pokhara B/B = USD 10
-Airport pickup first time = USD 10
-Service Charge = USD 10
Total = USD 280
Langganan:
Komentar (Atom)