Sabtu, 18 April 2015

All About Trekking in Nepal ( Annapurna Base Camp )

Pada pos kali ini saya akan membahas tentang apa apa saja yang perlu kita ketahui agar perjalanan trekking anda selama di Nepal berjalan dengan lancar dan menjadi pengalaman yang sangat indah.. Semua Tips berikut saya dapatkan berdasarkan pengalaman pribadi saya selama 2 minggu trip saya ke Nepal ( Annapurna Base Camp )

All About Trekking in Nepal:
1. Permit !! Ada 2 permit yang dibutuhkan jika anda memilih Annapurna Base Camp sebagai tujuan trekking anda , yaitu TIMS dan ACAP.. Untuk kedua permit ini kita bisa apply langsung di kantornya yang tidak jauh dari Thamel Street di Kathmandu dan tidah jauh juga dari Fewa Lake di Pokhara.. Untuk orang yang memiliki banyak waktu lebih baik apply sendiri karena sangat mudah ,tetapi untuk orang yang tidak punya banyak waktu seperti saya lebih baik menggunakan jasa Tour Agent di sana atau minta tolong dengan pihak hotel tempat anda menginap dan biasanya anda akan di kenakan uang charge untuk itu.. In my case, saya meminta tour agent tempat saya menyewa jasa porter untuk mengurusnya dan biaya yang dikenakan waktu itu masing-masing USD 20.. Tidak beda jauh kok dari harga resmi nya tapi yasudahlah saya tidak punya banyak waktu soalnya, yang di perlukan adalah pass foto ,uang dan fotocopy passport untuk mengurus ini.

2. Porter !! untuk anda yang belum terbiasa trekking ke gunung seperti hal nya saya yang baru pertama kali naik gunung,ada baiknya anda menyewa jas Porter/Sherpa.. Upah porter per hari sekitar USD 10-15 untuk off season dan USD 15-20 untuk peak season.. Saya pribadi lebih menyarankan untuk menyewa jasa seorang Porter ketimbang Guide ,pertama karena upah seorang Guide lebih mahal dan kedua Guide tidak bisa membawa barang-barang kita. Sedangkan,seorang porter akan bertugas membawa barang -barang kita sekaligus menjadi pemandu kita selama trekking,tidak usah kuatir dengan komunikasi karena menurut pengalaman saya rata-rata porter disana sudah lumayan dalam berbahasa inggris setidaknya untuk bisa berkomunikasi dengan kita,that's enough i think ketimbang kita keluar duit lebih banyak untuk seorang guide yang tidak terlalu diperlukan oleh trekker menurut saya. Tips dari saya kalau anda punya banyak waktu dan anda memilih Annapurna BC sebagai tujuan trekking anda ,carilah Porter saat di Pokhara jangan di Kathmandu karena jika anda menyewa jasa porter di Kathmandu anda akan di kenakan charge untuk ongkos biaya Tourist Bus si porter menuju ke Pokhara jadi untuk sedikit meghemat carilah di Pokhara saja, banyak  kok di hotel-hotel atau Tour Agent disana.

3. Snow Cleats / Crampoon !! ini alat yang sangat penting yang terlupakan oleh saya waktu itu, alat ini seperti sol tambahan berbentuk rantai-rantai besi yang berfungsi untuk alas sepatu kita dan sangat di butuhkan ketika anda melewati es di jalur trekking selama musim dingin. In my case, saya pergi saat winter di negara itu yaitu Februari dan saya lupa membawa alat ini karena ini pengalaman pertama saya akan melihat salju jadi saya sama sekali tidak mengira kalau berjalan di salju apalagi es itu sangat licin sekali percis rasanya seperi kita jalan di ice skating Taman Anggrek dengan sepatu futsal hahaha.. beruntung banget waktu itu saya bertemu dengan seorang cewek korea yang sangat berbaik hati memberikan Snow cleats miliknya karena dia akan balik lebih awal dari saya dan sudah tidak terpakai lagi, serius saya benar -benar tertolong dengan alat ini karena mungkin kalau tidak ada alat ini saya tidak akan berhasil sampai Basecamp waktu itu.. Sebenernya kita bisa menyewa alat ini di Deurali ,desa terakhir sebelum menuju Macchapuchhre Basecamp dan Annapurna,tetapi saat itu jalur untuk menuju ke sana saja sudah terlapis oleh es yang sangat licin dan parahnya lagi jalur menuju sana benar-benar hanya setapak dan di sebelah kiri sudah jurang bisa kan bayangin extreme nya gimana kalau gak ada snow cleats ini, jangankan saya yang pemula waktu itu trekker -trekker bule saja yang terkenal berani sampai berbalik arah tidak berani karena tidak membawa alat ini, so saran saya siapkan ini sebelum anda memulai trekking ( khusus untuk yang mendaki saat Winter ya ).

4. Travel Insurance !! Persiapkan ini sebelum anda menuju Nepal ,persiapkan ini dari negara asal anda, percayalah kalau insurance ini sangat penting nanti.. In my case, karena saya orangnya sangat anti dengan yang namanya asuransi-asuransi macam Pr*dential itu ,jadi saya selalu berpikir asuransi itu bullshit. ya memang benar,tapi tidak sepenuhnya benar,khususnya untuk Travel Insurance. Alhasil,saya tidak membelinya saat berpergian ke Nepal kemarin. dan ternyata setelah di sana saya baru tau bergunanya insurance ini. Ceritanya waktu itu semalam sebelum saya menuju Annapurna Base Camp tepatnya di Bamboo, saya dan porter saya terlibat perbincangan hangat dengan para trekker-trekker mancanegara yang sudah lebih dulu menaklukan basecamp dan sedang dalam jalur turun , so satu persatu dari mereka bercerita tentang bahaya jalur dari Deurali menuju MBC karena memang saat itu cuaca di gunung sangat buruk sekali hampir setiap hari kabut tebal bahkan hujan salju terjadi di daerah basecamp,bahkan ada satu orang dari German yang bercerita bahwa dia salah memijak salju dan akhirnya dia ambles sampai dada nya ,buset tuh Bule tingginya aja 2 meter gimana saya dan porter saya yg ambles hahaha.. Keesokan harinya pagi sebelum kami melanjutkan perjalanan menuju basecamp ,Porter saya bertanya apakah saya sudah ada Travel Insurance dan dengan polosnya saya menjawab tidak ada,seketika si Porter langsung sinis dengan saya dan menolak untuk membawa saya melanjutkan perjalanan karena terlalu beresiko saat itu, tapi dengan tegasnya saya memaksa untuk tetap membawa saya sampai tujuan karena saya sudah membayarnya untuk itu. barulah dia cerita kenapa dia tidak berani membawa saya kesana ternyata maksud dia baik,karena kalau saat menuju sana saya mengalami accident terlebih saat itu hampir setiap saat Avalanche terjadi di puncak ,dan saya memerlukan evakuasi darurat . Well, hanya ada satu cara untuk menolong saya yaitu dengan memanggil Helicopter dari kota untuk menjemput langsung dan membawa saya ke rumah sakit di Kathmandu. dan yang lebih extreme biaya akan dikenakan untuk itu adalah sekitar USD 3000 Wow!!! sekitar 35 jutaan loh ( itu menurut Porter saya ,tapi saya dengar dari orang - orang yang lebih pengalaman , biaya yang akan di kenakan akan bervariasi tergantung dengan lokasi atau kondisi waktu itu mungkin tapi minimal biaya akan dikeluarkan adalah sekitar 11 jutaan rupiah tetap Wow kan hahaha) tapi lain halnya kalau anda memiliki Travel Insurance semua evakuasi darurat ini akan di cover langsung oleh pihak Insurance.. Lagipula harga Travel Insurance ga terlalu mahal kok jika dibanding dengan manfaat nya mungkin hanya sekitar 500- 800 ribuan tergantung ya.

5. Power Bank !!! bawalah alat ini minimal 2 biji karena di Nepal alat ini akan sangat di perlukan berhubung kondisi listrik di Nepal yang sangat buruk bahkan di kota - kotanya karena setiap hari akan ada pemadaman listrik secara bergilir dan setiap bangunan yang memiliki listrik akan mengalaminya setiap hari. So, anda ga mau kan sampai gadget anda atau camera anda kehabisan daya kan hanya karena saat anda ingin mencharge ternyata listrik mati .. Untuk colokan listrik di Nepal ,compatible kok dengan colokan di Indonesia jadi tidak perlu membawa adapter macem-macem lagi.

Semoga Bermanfaat !

Kamis, 16 April 2015

Nepal Trip - Day 2 (Kathmandu - Pokhara) (11 Feb 2015)

Di hari ke-2 ini saya bangun sekitar jam setengah 6 pagi karena Tourist Bus yang sudah di pesan oleh Ganesh akan berangkat menuju Pokhara pada jam 7 pagi ini. Pokhara adalah kota selanjutnya yang akan saya kunjungi dan merupakan kota terdekat dengan first Jump point kita kali ini yaitu Nayapul untuk memulai pendakian menuju Annapurna Base Camp. Di Nepal ada 2 jenis bus yang beroperasi yaitu Tourist Bus dan Local Bus,Tourist Bus itu semacam bus ber-Ac dan tersedia free Wi-Fi di setiap unitnya, sedangkan Local Bus itu Bus yang lebih menyerupai Metromini atau Kopaja nya Jakarta deh hahaha.. Tepat jam 6 pagi Ramji sudah menelepon saya karena dia sudah menunggu di lobby hotel,setelah check out kami langsung menuju Bus stop terdekat sekitar 15 menit berjalan kaki. Suasana Thamel masih sangat sepi sekali pagi itu, terlihat hanya beberapa orang yang berjalan kaki dengan mantel tebalnya atau masker karena memang suhu pagi di Kathmandu sudah sangat dingin bahkan saya yang lupa memakai sarung tangan sempat merasa kesemutan di bagian tangan bahkan sempat merasa sakit karena mungkin suhu yang sangat dingin seperti freezer kulkas itu hahaha.. Setelah kami sampai di Bus Stop terlihat sudah banyak trekker-trekker mancanegara yang juga mulai standby masuk ke dalam Bus ,selama 2 minggu trip saya ini mayoritas trekker yang saya jumpai banyak yang berasal dari korea dan cina yang biasa datang dengan group besar ,dan tentunya bule-bule dong. Sumpah selama 2 minggu disini sama sekali saya tidak pernah bertemu dengan orang Indonesia yang trekking atau sekedar jalan-jalan di Kathmandu ,terakhir pas pulang di Airport aja baru ada sepasang orang indo yang saya lihat hahaha.. Setelah sampai di Bus Stop saya dan Ramji langsung masuk dan mencari seat yang telah di pesan oleh Ganesh sebelumnya, jadi tidak boleh sembarang duduk.. Perjalanan ke Pokhara akan memakan waktu kurang lebih 8 jam dengan 2 kali istirahat, Breakfast dan Lunch.
Winter di Kathmandu.
 Bus Stop dekat Thamel Street.
Pemandangan sungai berwarna hijau di sepanjang jalan.
Biryani Rice untuk breakfast pagi ini :)
Rest Area untuk lunch
Setelah 8 jam perjalanan,akhirnya kami sampai juga di Pokhara,tapi saya kurang beruntung karena saat itu cuaca sedang kurang bagus,sehingga saya tidak bisa melihat langsung Fishtail Mountain karena tertutup awan tebal. Setelah turun dari Bus ,kami langsung bergerak menuju Hotel yang telah di book Ganesh untuk 1 malam dengan Taxi seharga 200 NPR(Fixed Price). Hari ini saya akan menginap di New United Hotel ,terletak di seberang Fewa Lake jadi lokasi hotel ini cukup strategis. Oya Fewa Lake adalah salah satu tujuan wisata paling menarik di Pokhara,ukuran danau nya sendiri sebenernya tidak terlalu besar bahkan bisa di bilang kecil kalau dibanding dengan danau-danau di Indonesia tapi yang bikin danau ini menarik adalah hamparan bukit dan Pegunungan Himalaya yang bisa terlihat langsung dari danau ini dan dengan pemandangan Sunrise ataupun Sunset yang indah melengkapi keindahan Fewa Lake.Setelah Check in di hotel saya segera meletakkan seluruh bawaan saya dan langsung mengajak Ramji untuk melihat langsung keindahan Fewa Lake,sekitar 5-10 menit berjalan kaki kami sudah sampai di Lakeside. Wow !! memang indah banget Fewa Lake ini , di tepi danau banyak boat-boat kecil yang berwarna-warni berjajar menunggu penumpang untuk sekedar berkeliling di danau. Tapi saya tidak mencoba nya sama sekali karena memang sudah biasa dan saya kurang tertarik hehehe.. Perjalanan saya lanjutkan dengan berjalan terus menuju ujung Lakeside. Setelah puas berkeliling di sekitar danau,kami mulai berkeliling pusat keramaian turis yang terletak hanya di belakang dari Lakeside, pertama kali saya melihat tempat itu saya bener-benar berasa sedang berada di Kuta bali atau Patong Phuket,banyak sekali bar-bar dan cozy restaurant di sana,keren pokoknya deh !!
 Evening moment at Fewa Lake
 
Setelah puas berkeliling di sekitar Lakeside saya kembali ke Hotel untuk beristirahat sekaligus packing barang-barang yang akan di bawa selama kegiatan trekking besok sampai tujuh hari kedepan dan sisanya akan saya titipkan ke pihak hotel. Malam tiba dan lagi-lagi saya berjalan keluar hotel untuk menuju ke sekitar Lakeside lagi untuk melihat kehidupan malamnya Pokhara sekaligus mencari tempat ternyaman untuk dinner ,lumayan rame dan menyenangkan mungkin karena banyak sekali cafe-cafe atau cozy restaurant di sana. Selesai makan saya pun kembali ke hotel tidak lupa mampir sebentar ke departmental store yang saya lewati untuk membeli beberapa snack untuk kegiatan trekking nanti. Ada yang unik dari hotel-hotel di Nepal karena setiap harinya di Nepal akan ada pemadaman listrik bergiliran semua rumah hotel atau tempat apapun akan kena juga, begitu juga dengan hotel saya malam ini beruntung pihak hotel mempunyai Genset ( semua hotel memiliki alat ini kok,alat untuk menghasilkan daya listrik dengan bantuan solar atau bensin ) jadi saat pemadaman listrik ,pihak hotel akan menyalakan Genset listrik dan setiap room akan mendapat jatah setidaknya untuk 1 lampu utama saja. Saya alami ini setiap hari di setiap hotel yang saya inapi selama di kota.. Untung hal ini tidak terjadi selama saya di guesthouse atau teahouse yang ada di seluruh jalur trekking.
                                                                  suasana malam hari di Lakeside Area.



PENGELUARAN DAY 2 :
1. Breakfast = NPR 150
2. Cha tea = NPR 35 
3. Rent a Treking Pole = NPR 450 / 9 days
4. Deposit for rent Treking Pole = NPR 550
5. Dinner = NPR 410
6. Departmental Store = NPR 320
7. Hotel = USD 10


TOTAL =Rp 320.330,- ( Rp 56.100,- untuk Deposit Money )





Minggu, 08 Maret 2015

Nepal Trip - Day 1 ( Jakarta - Kathmandu ) (10 Feb 2015 )

 Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu tiba juga, setelah lebih dari 4 bulan mempersiapkan semuanya seperti perlengkapan trekking ,itinerary,tiket,akomodasi dll. Hari ini saya akan berangkat menuju Kathmandu tepatnya ibukota dari Nepal untuk melakukan kegiatan trekking menuju AnnapurnaBaseCamp. Annapurna adalah satu dari sekian banyak puncak yang terkenal dan tertinggi di dunia dari Pegunungan Himalaya yang sudah sangat terkenal itu disamping Mt.Everest.. Saya sengaja memilih pergi di bulan februari ini karena memang di awal bulan Desember sampai dengan awal Maret adalah musim dingin di negara itu. Dan karena saya orang Indonesia yang belum pernah lihat salju, jadi saya sangat tertarik untuk lihat salju untuk pertama kalinya dalam hidup saya itulah alasannya hehehe.. Ada yang menarik dari awal keberangkatan saya ke Nepal,karena saya berangkat tepat saat Jakarta banjir besar jadi ceritanya sekalian nih ngungsi dari banjir hehehe.. Dan karena alasan itu juga malam sebelum hari keberangkatan saya tepatnya jam 11 malam saya sudah standby di Soetta Intl.Airport Terminal 3, karena takut ketinggian air akan bertambah lagi dan mobil saya pasti benar-benar akan menjadi speed boat nantinya hahaha.. Setelah bermalam di Airport dengan fasilitas free wifi dan free toilet akhirnya jam 6 pagi saya take off menuju Kuala Lumpur dengan maskapai AirAsia untuk transit dan kemudian perjalanan akan dilanjutkan menuju Kathmandu dengan AirAsia X, karena penerbangan menuju Kathmandu akan memakan waktu kurang lebih 4 jam ,jadi pesawat yang digunakan pun lebih besar AirBus dengan 2 koridor di dalamnya.
Action dulu sebelum take off :)
Setelah turun dari pesawat menuju ke sini untuk proses Transit.
Terminal baru  KLIA 2
Pramugari cantik di flight Air Asia X.
Penerbangan kali ini lebih di dominasi oleh orang-orang Nepal yang berdomisili di Malaysia mungkin sebagai tenaga kerja , 90 persen dalam flight kali ini adalah orang nepalese yang mungkin sedang cuti pulang kampung dan hanya 10 persen nya foreigner seperti saya. Setelah 4 jam menghabiskan waktu di pesawat sambil sesekali melirik-lirik pramugari-pramugari Airasia X yang cantik-cantik macam artis korea itu hehehe,Puji Tuhan akhirnya pesawat mendarat sempurna di Tribhuvan Intl Airport,Kathmandu sekitar jam 3 sore waktu lokal(perbedaan waktu nepal adalah telat 1 jam 10 menit dari WIB). Suhu yang dingin langsung menyambut setelah saya turun dari pesawat dan saya langsung menuju ke bagian Visa Application untuk mengisi form VOA dan mengantri untuk membayar visa fee sebesar Usd 25 untuk visa 15 hari. Proses pembuatan visa disini sangat mudah sekali, isi Visa Application Form,lalu isi Disembarkation card, bayar visa fee Usd 25 ,dan VOA siap di tempel deh di passport anda. Yang penting Validity Passport kita min 6 bulan ,saat ini pass photo sudah tidak di perlukan lagi. Menurut saya bandara ini kecil tapi berkesan eksotis dan satu lagi ,prosedur keamanan di bandara ini benar-benar simple banget ga ribet-ribet macam di airport kita lah pokoknya. Setelah urusan Immigration selesai semua,saya langsung menuju Money Changer untuk menukarkan beberapa dollar dan segera bertemu dengan Ganesh (owner of ThirdEyeAdventure Company:agen trekking yang saya pilih untuk menyewa jasa Guide cum Porter yang akan mendampingi saya untuk kegiatan trekking kali ini ) yang sudah menunggu untuk menjemput dan mengantar saya menuju Thamel Street untuk check in di Hotel Shree Tibet Family Guest House.
Pengisian Visa Application Form nya menggunakan mesin.

Lembar Disembarkation Form nya.
Mengantri untuk membayar Visa(usahakan bayar dengan USD).
Bandara kecil namun tetap eksotis.
Airport Outside
Hal pertama yang saya lihat dari pusat kota Kathmandu ,adalah lalu lintas yang sangat buruk karena hampir tidak ada lampu lalu lintas satupun yang berfungsi jadi bisa kan bayangin amburadul nya kayak gimana hahaha dan bunyi klakson nya yang paling gak nahan deh pokoknya hobi banget kayaknya orang-orang disana bunyiin klaskson nya..Udara di sana pun juga berbahaya buat kesehatan karena debu dan polusinya parah banget ,banyak orang lokal yang memakai masker saat jalan di pusat kotanya. Tapi kota nya eksotis banget loh Kathmandu ini :) Sekitar 30 menit akhirnya sampai juga di Thamel Street sebenernya tidak terlalu jauh dari airport tapi ya karena lalu lintasnya tadi. Thamel Street adalah pusat keramaian turis di kota Kathmandu ,dan sering menjadi surga belanjanya para trekker untuk memenuhi kebutuhan peralatan mendaki atau sekedar perlengkapan trekking di Nepal. Disana banyak sekali toko-toko yang menjual peralatan outdoor mulai dari merk biasa sampai merk yang terbaik pun ada ,kita bisa sekedar menyewa atau membelinya. Kalau saya waktu itu sudah persiapkan semua perlengkapannya dari Jakarta jadi saya cuman menyewa sleeping bag disana seharga Usd 1 aja per hari,murah banget kan?tapi tetap perlu Deposit Money ya,itu wajar kok.. Oya mata uang disana adalah Nepalese Rupee ,1NPR = 102 rupiah.. Dan menurut beberapa orang-orang yang pernah belanja perlengkapan outdoor disana ,katanya harga -harga disana lebih murah daripada di Jakarta dengan brand yang sama juga, jadi nyesel waktu itu keburu beli di Jakarta semua :( Setelah proses check in di hotel selesai,saya langsung diajak oleh Ganesh menuju kantornya untuk menyelesaikan proses administrasi ,dan total biaya yang harus saya bayar meliputi Guide cum Porter 10 days,All ground Transportation,Hotel in Pokhara 1 day, dan semua  Permit yang diperlukan yaitu Usd 280. Sebenernya AnnapurnaBaseCamp trek rute yang akan saya taklukan ini *ciee bahasanya * mudah kok,tapi jujur sejujurnya ,ini adalah pengalaman pertama trekking dalam hidup saya dan saya langsung memilih Pegunungan Himalaya sebagai Gunung pertama buat ditaklukan Wow!! hahaha.. Karena itu demi keamanan dan kelancaran saya putuskan untuk menyewa seorang porter yang bisa sedikit berbicara inggris dan tau rute tentunya untuk mendampingi saya,karena jujur fisik saya ga akan mungkin sanggup kalo harus angkat Carrier bag 60l milik saya itu setiap hari sedangkan saya harus berjalan naik turun gunung setiap harinya selama kurang lebih 6-7 jam per hari. hahahaha... Dan lagi saya juga tidak punya waktu untuk mengurus permit yang diperlukan karena jadwal yang padat.. Btw,ada 2 permit yang diperlukan untuk mendaki ABC : Tims dan ACAP,dan sebenarnya kita bisa membuatnya sendiri langsung di kantor permit ini yang letaknya gak terlalu jauh dari Thamel Street.
Pusat kota Kathmandu

Bemo Versi NEPAL lol!
Thamel Street
Setelah menyelesaikan pembayaran ,kemudian saya dikenalkan dengan seorang sherpa / porter yang bernama Ramji, 'NAMASTE' sapa nya yang berarti Selamat Datang. Dialah porter yang akan mendampingi saya selama 10 hari ke depan ,lalu saya mengajaknya untuk mengantar saya menuju ke Durbar Square,semacam komplek candi - candi bersejarah di Kathmandu. Letaknya tidak jauh dari Thamel Street mungkin hanya 10 menit dengan berjalan kaki saja. Setelah sampai di sana Wah !! sumpah keren banget,eksotis banget , sangat pantas disebut sebagai The World Heritage nya Nepal.. Setelah sampai di Durbar Square saya ditinggal oleh Ramji karena memang hari pertama ini tidak termasuk dalam Service Deal nya kita. Akhirnya saya menghabiskan hari pertama ini dengan mengeksplor Durbar Square dan Thamel Street sendirian,dan lucunya di hari pertama ini saking semangatnya untuk mengeksplor Thamel Street sampai-sampai saya lupa jalan balik ke hotel ,beruntung sebelum saya menuju Durbar Square tadi saya sudah membeli Sim Card Ncell(satu-satunya provider mobile phone di Nepal) seharga 250 NPR dengan balance sebesar 50 NPR memang balance nya sedikit banget tapi ternyata tarif nelpon disana murah banget. Balik lagi ke ceritanya,akhirnya setelah 1 jam saya bolak balik sana sini  *mencari alamat palsu nih ceritanye hahaha karena memang di Thamel Street ini semua jalan mirip karena semua jalan disana berupa gang-gang gitu jadi rada membingungkan,akhirnya saya langsung menelepon Ganesh untuk menjemput saya ,untung letak kantor nya dekat dengan lokasi saya saat itu hahaha..Oya ada nih pengalaman menarik tentang orang Nepal,waktu saya tersasar saya sempat bertanya dengan seorang Nepalese tampang Arab gt ,dan dia pun tidak tau Hotel tsb karena sebelum pergi dari hotel tadi saya lupa minta address card nya Hotel itu jadi ya gini deh susah buat nanya siapapun hanya dengan modal nama Hotelnya aja.Lalu dia minta nomor telepon Hotel tsb beruntung saya ada nomornya dan dengan sangat baik hati dia berkali-kali coba telpon Hotel tersebut dengan Hp nya padahal waktu itu saya sudah punya Sim Card sendiri tapi gini deh orang Indo aji mumpung ada pulsa gratis wkwkwk ,setelah berkali kali di telpon tidak bisa sampai malah saya yang bilang tidak usah lagi tapi dia tetap terus mencobanya.. Saya rasa orang kayak gini hampir punah nih di Jakarta wkwkwk..
Salah satu sudut Thamel Street.
Durbar Square
Salah satu bangunan candi di Durbar Square.



Mandi sebentar di shared bathroom nya hotel karena kamar yang saya book dari Agoda ini hanya tipe dormitory jadi semacam shared room gitu,walau sudah keliling seharian di Thamel Street bahkan sampe nyasar-nyasaran segala tapi semangat saya tak pernah padam hahaha.. Lalu saya menghabiskan malam ini dengan mencari satu Cafe terkenal yang sudah saya kantongi namanya dari Jakarta namanya Rum Doodle, tapi setelah bolak balik dan tanya sana sini kurang lebih hampir sejam tetap saja tidak ketemu cafe nya akhirnya saya memutuskan untuk makan di salah satu restoran lokal khas makanan tibet saja karena waktu sudah menunjukan jam 9 malam dan udara sangat dingin sekali di malam hari ,akhirnya saya memesan salah satu makanan khas tibet yaitu MoMo semacam daging sapi atau ayam yang dibungkus dengan semacam tepung gitu lumayan sih tapi saya tidak terlalu suka deh yang satu ini dan saya mencoba chocolate milkshake disana yaitu chocolate yang di mix dengan susu yak (semacam kerbau atau banteng khas pegunungan himalaya gitu ) enak banget menurut saya yang satu ini hehehe.. Setelah makan malam keliling sebentar untuk melihat kehidupan malam di Thamel Street ,banyak juga loh bar bar yang ada sexy dancernya dan tempat spa-spa gitu tapi sembunyi-sembunyi sih paling kita di panggil terus aja sama germo nya hahaha.. Tapi tetap ga segokil Phuket atau Pattaya di Thailand kok. hehehe.. Malam ini saya sharing room dengan seorang bule dari San Fransisco dan satu lagi bule dari Switzerland.. Saya berbincang cukup lama dengan si mister American karena dia baru saja balik dari ABC dia bercerita banyak tentang keadaan menuju kesana dan bahkan dia sengaja membuka Laptop nya untuk memamerkan foto2 selama disana,jadi makin penasaran dengan ABC nih. Asik sih sebenernya shared room gini kita bisa kenal sama orang-orang baru sekalian buat ngelatih inggris kita juga hehehe..

Nepalese Rupee

Nightlife di Thamel street
MoMo makanan khas tibet.
Chicken Fried Rice(porsi kuli) with Chocolate Milkshake.
Rincian Pengeluaran Hari - 1:
-Airport Tax Soetta Airport Jakarta = Rp 150.000,-
-Visa Nepal(15 days) = Rp 312.500,- ( USD 25 )
-Sim Card = Rp 25.500,- ( NPR 250 )
-Mineral Water = Rp 3.060,- ( NPR 30 )
-Dinner at Tibet Restaurant = Rp 51.000,- (NPR 500 )
-Trekking Guide Service (10 days) = Rp 3.500.000,- ( USD 280 )
-Rent a Sleeping Bag (10 days) = Rp 125.000,- (USD 10)(No Deposit)
Total = Rp 4.167.000,-

Currency Rate : 1 USD = Rp 12.500,-
                          1 NPR = Rp 102,-

Third Eye Adventure Service Deal (USD 280) =
-Guide cum Porter (10 days) = USD 160
-Bus to Pokhara for 2 persons = USD 15
-Bus to Nayapul for 2 persons = USD 15
-TIMS = USD 20
-ACAP Permit = USD 20
-Jeep to Pokhara from Syauli for 2 persons = USD 20
-1 Hotel in Pokhara B/B = USD 10
-Airport pickup first time = USD 10
-Service Charge = USD 10
Total = USD 280