Sabtu, 18 April 2015

All About Trekking in Nepal ( Annapurna Base Camp )

Pada pos kali ini saya akan membahas tentang apa apa saja yang perlu kita ketahui agar perjalanan trekking anda selama di Nepal berjalan dengan lancar dan menjadi pengalaman yang sangat indah.. Semua Tips berikut saya dapatkan berdasarkan pengalaman pribadi saya selama 2 minggu trip saya ke Nepal ( Annapurna Base Camp )

All About Trekking in Nepal:
1. Permit !! Ada 2 permit yang dibutuhkan jika anda memilih Annapurna Base Camp sebagai tujuan trekking anda , yaitu TIMS dan ACAP.. Untuk kedua permit ini kita bisa apply langsung di kantornya yang tidak jauh dari Thamel Street di Kathmandu dan tidah jauh juga dari Fewa Lake di Pokhara.. Untuk orang yang memiliki banyak waktu lebih baik apply sendiri karena sangat mudah ,tetapi untuk orang yang tidak punya banyak waktu seperti saya lebih baik menggunakan jasa Tour Agent di sana atau minta tolong dengan pihak hotel tempat anda menginap dan biasanya anda akan di kenakan uang charge untuk itu.. In my case, saya meminta tour agent tempat saya menyewa jasa porter untuk mengurusnya dan biaya yang dikenakan waktu itu masing-masing USD 20.. Tidak beda jauh kok dari harga resmi nya tapi yasudahlah saya tidak punya banyak waktu soalnya, yang di perlukan adalah pass foto ,uang dan fotocopy passport untuk mengurus ini.

2. Porter !! untuk anda yang belum terbiasa trekking ke gunung seperti hal nya saya yang baru pertama kali naik gunung,ada baiknya anda menyewa jas Porter/Sherpa.. Upah porter per hari sekitar USD 10-15 untuk off season dan USD 15-20 untuk peak season.. Saya pribadi lebih menyarankan untuk menyewa jasa seorang Porter ketimbang Guide ,pertama karena upah seorang Guide lebih mahal dan kedua Guide tidak bisa membawa barang-barang kita. Sedangkan,seorang porter akan bertugas membawa barang -barang kita sekaligus menjadi pemandu kita selama trekking,tidak usah kuatir dengan komunikasi karena menurut pengalaman saya rata-rata porter disana sudah lumayan dalam berbahasa inggris setidaknya untuk bisa berkomunikasi dengan kita,that's enough i think ketimbang kita keluar duit lebih banyak untuk seorang guide yang tidak terlalu diperlukan oleh trekker menurut saya. Tips dari saya kalau anda punya banyak waktu dan anda memilih Annapurna BC sebagai tujuan trekking anda ,carilah Porter saat di Pokhara jangan di Kathmandu karena jika anda menyewa jasa porter di Kathmandu anda akan di kenakan charge untuk ongkos biaya Tourist Bus si porter menuju ke Pokhara jadi untuk sedikit meghemat carilah di Pokhara saja, banyak  kok di hotel-hotel atau Tour Agent disana.

3. Snow Cleats / Crampoon !! ini alat yang sangat penting yang terlupakan oleh saya waktu itu, alat ini seperti sol tambahan berbentuk rantai-rantai besi yang berfungsi untuk alas sepatu kita dan sangat di butuhkan ketika anda melewati es di jalur trekking selama musim dingin. In my case, saya pergi saat winter di negara itu yaitu Februari dan saya lupa membawa alat ini karena ini pengalaman pertama saya akan melihat salju jadi saya sama sekali tidak mengira kalau berjalan di salju apalagi es itu sangat licin sekali percis rasanya seperi kita jalan di ice skating Taman Anggrek dengan sepatu futsal hahaha.. beruntung banget waktu itu saya bertemu dengan seorang cewek korea yang sangat berbaik hati memberikan Snow cleats miliknya karena dia akan balik lebih awal dari saya dan sudah tidak terpakai lagi, serius saya benar -benar tertolong dengan alat ini karena mungkin kalau tidak ada alat ini saya tidak akan berhasil sampai Basecamp waktu itu.. Sebenernya kita bisa menyewa alat ini di Deurali ,desa terakhir sebelum menuju Macchapuchhre Basecamp dan Annapurna,tetapi saat itu jalur untuk menuju ke sana saja sudah terlapis oleh es yang sangat licin dan parahnya lagi jalur menuju sana benar-benar hanya setapak dan di sebelah kiri sudah jurang bisa kan bayangin extreme nya gimana kalau gak ada snow cleats ini, jangankan saya yang pemula waktu itu trekker -trekker bule saja yang terkenal berani sampai berbalik arah tidak berani karena tidak membawa alat ini, so saran saya siapkan ini sebelum anda memulai trekking ( khusus untuk yang mendaki saat Winter ya ).

4. Travel Insurance !! Persiapkan ini sebelum anda menuju Nepal ,persiapkan ini dari negara asal anda, percayalah kalau insurance ini sangat penting nanti.. In my case, karena saya orangnya sangat anti dengan yang namanya asuransi-asuransi macam Pr*dential itu ,jadi saya selalu berpikir asuransi itu bullshit. ya memang benar,tapi tidak sepenuhnya benar,khususnya untuk Travel Insurance. Alhasil,saya tidak membelinya saat berpergian ke Nepal kemarin. dan ternyata setelah di sana saya baru tau bergunanya insurance ini. Ceritanya waktu itu semalam sebelum saya menuju Annapurna Base Camp tepatnya di Bamboo, saya dan porter saya terlibat perbincangan hangat dengan para trekker-trekker mancanegara yang sudah lebih dulu menaklukan basecamp dan sedang dalam jalur turun , so satu persatu dari mereka bercerita tentang bahaya jalur dari Deurali menuju MBC karena memang saat itu cuaca di gunung sangat buruk sekali hampir setiap hari kabut tebal bahkan hujan salju terjadi di daerah basecamp,bahkan ada satu orang dari German yang bercerita bahwa dia salah memijak salju dan akhirnya dia ambles sampai dada nya ,buset tuh Bule tingginya aja 2 meter gimana saya dan porter saya yg ambles hahaha.. Keesokan harinya pagi sebelum kami melanjutkan perjalanan menuju basecamp ,Porter saya bertanya apakah saya sudah ada Travel Insurance dan dengan polosnya saya menjawab tidak ada,seketika si Porter langsung sinis dengan saya dan menolak untuk membawa saya melanjutkan perjalanan karena terlalu beresiko saat itu, tapi dengan tegasnya saya memaksa untuk tetap membawa saya sampai tujuan karena saya sudah membayarnya untuk itu. barulah dia cerita kenapa dia tidak berani membawa saya kesana ternyata maksud dia baik,karena kalau saat menuju sana saya mengalami accident terlebih saat itu hampir setiap saat Avalanche terjadi di puncak ,dan saya memerlukan evakuasi darurat . Well, hanya ada satu cara untuk menolong saya yaitu dengan memanggil Helicopter dari kota untuk menjemput langsung dan membawa saya ke rumah sakit di Kathmandu. dan yang lebih extreme biaya akan dikenakan untuk itu adalah sekitar USD 3000 Wow!!! sekitar 35 jutaan loh ( itu menurut Porter saya ,tapi saya dengar dari orang - orang yang lebih pengalaman , biaya yang akan di kenakan akan bervariasi tergantung dengan lokasi atau kondisi waktu itu mungkin tapi minimal biaya akan dikeluarkan adalah sekitar 11 jutaan rupiah tetap Wow kan hahaha) tapi lain halnya kalau anda memiliki Travel Insurance semua evakuasi darurat ini akan di cover langsung oleh pihak Insurance.. Lagipula harga Travel Insurance ga terlalu mahal kok jika dibanding dengan manfaat nya mungkin hanya sekitar 500- 800 ribuan tergantung ya.

5. Power Bank !!! bawalah alat ini minimal 2 biji karena di Nepal alat ini akan sangat di perlukan berhubung kondisi listrik di Nepal yang sangat buruk bahkan di kota - kotanya karena setiap hari akan ada pemadaman listrik secara bergilir dan setiap bangunan yang memiliki listrik akan mengalaminya setiap hari. So, anda ga mau kan sampai gadget anda atau camera anda kehabisan daya kan hanya karena saat anda ingin mencharge ternyata listrik mati .. Untuk colokan listrik di Nepal ,compatible kok dengan colokan di Indonesia jadi tidak perlu membawa adapter macem-macem lagi.

Semoga Bermanfaat !

Kamis, 16 April 2015

Nepal Trip - Day 2 (Kathmandu - Pokhara) (11 Feb 2015)

Di hari ke-2 ini saya bangun sekitar jam setengah 6 pagi karena Tourist Bus yang sudah di pesan oleh Ganesh akan berangkat menuju Pokhara pada jam 7 pagi ini. Pokhara adalah kota selanjutnya yang akan saya kunjungi dan merupakan kota terdekat dengan first Jump point kita kali ini yaitu Nayapul untuk memulai pendakian menuju Annapurna Base Camp. Di Nepal ada 2 jenis bus yang beroperasi yaitu Tourist Bus dan Local Bus,Tourist Bus itu semacam bus ber-Ac dan tersedia free Wi-Fi di setiap unitnya, sedangkan Local Bus itu Bus yang lebih menyerupai Metromini atau Kopaja nya Jakarta deh hahaha.. Tepat jam 6 pagi Ramji sudah menelepon saya karena dia sudah menunggu di lobby hotel,setelah check out kami langsung menuju Bus stop terdekat sekitar 15 menit berjalan kaki. Suasana Thamel masih sangat sepi sekali pagi itu, terlihat hanya beberapa orang yang berjalan kaki dengan mantel tebalnya atau masker karena memang suhu pagi di Kathmandu sudah sangat dingin bahkan saya yang lupa memakai sarung tangan sempat merasa kesemutan di bagian tangan bahkan sempat merasa sakit karena mungkin suhu yang sangat dingin seperti freezer kulkas itu hahaha.. Setelah kami sampai di Bus Stop terlihat sudah banyak trekker-trekker mancanegara yang juga mulai standby masuk ke dalam Bus ,selama 2 minggu trip saya ini mayoritas trekker yang saya jumpai banyak yang berasal dari korea dan cina yang biasa datang dengan group besar ,dan tentunya bule-bule dong. Sumpah selama 2 minggu disini sama sekali saya tidak pernah bertemu dengan orang Indonesia yang trekking atau sekedar jalan-jalan di Kathmandu ,terakhir pas pulang di Airport aja baru ada sepasang orang indo yang saya lihat hahaha.. Setelah sampai di Bus Stop saya dan Ramji langsung masuk dan mencari seat yang telah di pesan oleh Ganesh sebelumnya, jadi tidak boleh sembarang duduk.. Perjalanan ke Pokhara akan memakan waktu kurang lebih 8 jam dengan 2 kali istirahat, Breakfast dan Lunch.
Winter di Kathmandu.
 Bus Stop dekat Thamel Street.
Pemandangan sungai berwarna hijau di sepanjang jalan.
Biryani Rice untuk breakfast pagi ini :)
Rest Area untuk lunch
Setelah 8 jam perjalanan,akhirnya kami sampai juga di Pokhara,tapi saya kurang beruntung karena saat itu cuaca sedang kurang bagus,sehingga saya tidak bisa melihat langsung Fishtail Mountain karena tertutup awan tebal. Setelah turun dari Bus ,kami langsung bergerak menuju Hotel yang telah di book Ganesh untuk 1 malam dengan Taxi seharga 200 NPR(Fixed Price). Hari ini saya akan menginap di New United Hotel ,terletak di seberang Fewa Lake jadi lokasi hotel ini cukup strategis. Oya Fewa Lake adalah salah satu tujuan wisata paling menarik di Pokhara,ukuran danau nya sendiri sebenernya tidak terlalu besar bahkan bisa di bilang kecil kalau dibanding dengan danau-danau di Indonesia tapi yang bikin danau ini menarik adalah hamparan bukit dan Pegunungan Himalaya yang bisa terlihat langsung dari danau ini dan dengan pemandangan Sunrise ataupun Sunset yang indah melengkapi keindahan Fewa Lake.Setelah Check in di hotel saya segera meletakkan seluruh bawaan saya dan langsung mengajak Ramji untuk melihat langsung keindahan Fewa Lake,sekitar 5-10 menit berjalan kaki kami sudah sampai di Lakeside. Wow !! memang indah banget Fewa Lake ini , di tepi danau banyak boat-boat kecil yang berwarna-warni berjajar menunggu penumpang untuk sekedar berkeliling di danau. Tapi saya tidak mencoba nya sama sekali karena memang sudah biasa dan saya kurang tertarik hehehe.. Perjalanan saya lanjutkan dengan berjalan terus menuju ujung Lakeside. Setelah puas berkeliling di sekitar danau,kami mulai berkeliling pusat keramaian turis yang terletak hanya di belakang dari Lakeside, pertama kali saya melihat tempat itu saya bener-benar berasa sedang berada di Kuta bali atau Patong Phuket,banyak sekali bar-bar dan cozy restaurant di sana,keren pokoknya deh !!
 Evening moment at Fewa Lake
 
Setelah puas berkeliling di sekitar Lakeside saya kembali ke Hotel untuk beristirahat sekaligus packing barang-barang yang akan di bawa selama kegiatan trekking besok sampai tujuh hari kedepan dan sisanya akan saya titipkan ke pihak hotel. Malam tiba dan lagi-lagi saya berjalan keluar hotel untuk menuju ke sekitar Lakeside lagi untuk melihat kehidupan malamnya Pokhara sekaligus mencari tempat ternyaman untuk dinner ,lumayan rame dan menyenangkan mungkin karena banyak sekali cafe-cafe atau cozy restaurant di sana. Selesai makan saya pun kembali ke hotel tidak lupa mampir sebentar ke departmental store yang saya lewati untuk membeli beberapa snack untuk kegiatan trekking nanti. Ada yang unik dari hotel-hotel di Nepal karena setiap harinya di Nepal akan ada pemadaman listrik bergiliran semua rumah hotel atau tempat apapun akan kena juga, begitu juga dengan hotel saya malam ini beruntung pihak hotel mempunyai Genset ( semua hotel memiliki alat ini kok,alat untuk menghasilkan daya listrik dengan bantuan solar atau bensin ) jadi saat pemadaman listrik ,pihak hotel akan menyalakan Genset listrik dan setiap room akan mendapat jatah setidaknya untuk 1 lampu utama saja. Saya alami ini setiap hari di setiap hotel yang saya inapi selama di kota.. Untung hal ini tidak terjadi selama saya di guesthouse atau teahouse yang ada di seluruh jalur trekking.
                                                                  suasana malam hari di Lakeside Area.



PENGELUARAN DAY 2 :
1. Breakfast = NPR 150
2. Cha tea = NPR 35 
3. Rent a Treking Pole = NPR 450 / 9 days
4. Deposit for rent Treking Pole = NPR 550
5. Dinner = NPR 410
6. Departmental Store = NPR 320
7. Hotel = USD 10


TOTAL =Rp 320.330,- ( Rp 56.100,- untuk Deposit Money )