Minggu, 08 Maret 2015

Nepal Trip - Day 1 ( Jakarta - Kathmandu ) (10 Feb 2015 )

 Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu tiba juga, setelah lebih dari 4 bulan mempersiapkan semuanya seperti perlengkapan trekking ,itinerary,tiket,akomodasi dll. Hari ini saya akan berangkat menuju Kathmandu tepatnya ibukota dari Nepal untuk melakukan kegiatan trekking menuju AnnapurnaBaseCamp. Annapurna adalah satu dari sekian banyak puncak yang terkenal dan tertinggi di dunia dari Pegunungan Himalaya yang sudah sangat terkenal itu disamping Mt.Everest.. Saya sengaja memilih pergi di bulan februari ini karena memang di awal bulan Desember sampai dengan awal Maret adalah musim dingin di negara itu. Dan karena saya orang Indonesia yang belum pernah lihat salju, jadi saya sangat tertarik untuk lihat salju untuk pertama kalinya dalam hidup saya itulah alasannya hehehe.. Ada yang menarik dari awal keberangkatan saya ke Nepal,karena saya berangkat tepat saat Jakarta banjir besar jadi ceritanya sekalian nih ngungsi dari banjir hehehe.. Dan karena alasan itu juga malam sebelum hari keberangkatan saya tepatnya jam 11 malam saya sudah standby di Soetta Intl.Airport Terminal 3, karena takut ketinggian air akan bertambah lagi dan mobil saya pasti benar-benar akan menjadi speed boat nantinya hahaha.. Setelah bermalam di Airport dengan fasilitas free wifi dan free toilet akhirnya jam 6 pagi saya take off menuju Kuala Lumpur dengan maskapai AirAsia untuk transit dan kemudian perjalanan akan dilanjutkan menuju Kathmandu dengan AirAsia X, karena penerbangan menuju Kathmandu akan memakan waktu kurang lebih 4 jam ,jadi pesawat yang digunakan pun lebih besar AirBus dengan 2 koridor di dalamnya.
Action dulu sebelum take off :)
Setelah turun dari pesawat menuju ke sini untuk proses Transit.
Terminal baru  KLIA 2
Pramugari cantik di flight Air Asia X.
Penerbangan kali ini lebih di dominasi oleh orang-orang Nepal yang berdomisili di Malaysia mungkin sebagai tenaga kerja , 90 persen dalam flight kali ini adalah orang nepalese yang mungkin sedang cuti pulang kampung dan hanya 10 persen nya foreigner seperti saya. Setelah 4 jam menghabiskan waktu di pesawat sambil sesekali melirik-lirik pramugari-pramugari Airasia X yang cantik-cantik macam artis korea itu hehehe,Puji Tuhan akhirnya pesawat mendarat sempurna di Tribhuvan Intl Airport,Kathmandu sekitar jam 3 sore waktu lokal(perbedaan waktu nepal adalah telat 1 jam 10 menit dari WIB). Suhu yang dingin langsung menyambut setelah saya turun dari pesawat dan saya langsung menuju ke bagian Visa Application untuk mengisi form VOA dan mengantri untuk membayar visa fee sebesar Usd 25 untuk visa 15 hari. Proses pembuatan visa disini sangat mudah sekali, isi Visa Application Form,lalu isi Disembarkation card, bayar visa fee Usd 25 ,dan VOA siap di tempel deh di passport anda. Yang penting Validity Passport kita min 6 bulan ,saat ini pass photo sudah tidak di perlukan lagi. Menurut saya bandara ini kecil tapi berkesan eksotis dan satu lagi ,prosedur keamanan di bandara ini benar-benar simple banget ga ribet-ribet macam di airport kita lah pokoknya. Setelah urusan Immigration selesai semua,saya langsung menuju Money Changer untuk menukarkan beberapa dollar dan segera bertemu dengan Ganesh (owner of ThirdEyeAdventure Company:agen trekking yang saya pilih untuk menyewa jasa Guide cum Porter yang akan mendampingi saya untuk kegiatan trekking kali ini ) yang sudah menunggu untuk menjemput dan mengantar saya menuju Thamel Street untuk check in di Hotel Shree Tibet Family Guest House.
Pengisian Visa Application Form nya menggunakan mesin.

Lembar Disembarkation Form nya.
Mengantri untuk membayar Visa(usahakan bayar dengan USD).
Bandara kecil namun tetap eksotis.
Airport Outside
Hal pertama yang saya lihat dari pusat kota Kathmandu ,adalah lalu lintas yang sangat buruk karena hampir tidak ada lampu lalu lintas satupun yang berfungsi jadi bisa kan bayangin amburadul nya kayak gimana hahaha dan bunyi klakson nya yang paling gak nahan deh pokoknya hobi banget kayaknya orang-orang disana bunyiin klaskson nya..Udara di sana pun juga berbahaya buat kesehatan karena debu dan polusinya parah banget ,banyak orang lokal yang memakai masker saat jalan di pusat kotanya. Tapi kota nya eksotis banget loh Kathmandu ini :) Sekitar 30 menit akhirnya sampai juga di Thamel Street sebenernya tidak terlalu jauh dari airport tapi ya karena lalu lintasnya tadi. Thamel Street adalah pusat keramaian turis di kota Kathmandu ,dan sering menjadi surga belanjanya para trekker untuk memenuhi kebutuhan peralatan mendaki atau sekedar perlengkapan trekking di Nepal. Disana banyak sekali toko-toko yang menjual peralatan outdoor mulai dari merk biasa sampai merk yang terbaik pun ada ,kita bisa sekedar menyewa atau membelinya. Kalau saya waktu itu sudah persiapkan semua perlengkapannya dari Jakarta jadi saya cuman menyewa sleeping bag disana seharga Usd 1 aja per hari,murah banget kan?tapi tetap perlu Deposit Money ya,itu wajar kok.. Oya mata uang disana adalah Nepalese Rupee ,1NPR = 102 rupiah.. Dan menurut beberapa orang-orang yang pernah belanja perlengkapan outdoor disana ,katanya harga -harga disana lebih murah daripada di Jakarta dengan brand yang sama juga, jadi nyesel waktu itu keburu beli di Jakarta semua :( Setelah proses check in di hotel selesai,saya langsung diajak oleh Ganesh menuju kantornya untuk menyelesaikan proses administrasi ,dan total biaya yang harus saya bayar meliputi Guide cum Porter 10 days,All ground Transportation,Hotel in Pokhara 1 day, dan semua  Permit yang diperlukan yaitu Usd 280. Sebenernya AnnapurnaBaseCamp trek rute yang akan saya taklukan ini *ciee bahasanya * mudah kok,tapi jujur sejujurnya ,ini adalah pengalaman pertama trekking dalam hidup saya dan saya langsung memilih Pegunungan Himalaya sebagai Gunung pertama buat ditaklukan Wow!! hahaha.. Karena itu demi keamanan dan kelancaran saya putuskan untuk menyewa seorang porter yang bisa sedikit berbicara inggris dan tau rute tentunya untuk mendampingi saya,karena jujur fisik saya ga akan mungkin sanggup kalo harus angkat Carrier bag 60l milik saya itu setiap hari sedangkan saya harus berjalan naik turun gunung setiap harinya selama kurang lebih 6-7 jam per hari. hahahaha... Dan lagi saya juga tidak punya waktu untuk mengurus permit yang diperlukan karena jadwal yang padat.. Btw,ada 2 permit yang diperlukan untuk mendaki ABC : Tims dan ACAP,dan sebenarnya kita bisa membuatnya sendiri langsung di kantor permit ini yang letaknya gak terlalu jauh dari Thamel Street.
Pusat kota Kathmandu

Bemo Versi NEPAL lol!
Thamel Street
Setelah menyelesaikan pembayaran ,kemudian saya dikenalkan dengan seorang sherpa / porter yang bernama Ramji, 'NAMASTE' sapa nya yang berarti Selamat Datang. Dialah porter yang akan mendampingi saya selama 10 hari ke depan ,lalu saya mengajaknya untuk mengantar saya menuju ke Durbar Square,semacam komplek candi - candi bersejarah di Kathmandu. Letaknya tidak jauh dari Thamel Street mungkin hanya 10 menit dengan berjalan kaki saja. Setelah sampai di sana Wah !! sumpah keren banget,eksotis banget , sangat pantas disebut sebagai The World Heritage nya Nepal.. Setelah sampai di Durbar Square saya ditinggal oleh Ramji karena memang hari pertama ini tidak termasuk dalam Service Deal nya kita. Akhirnya saya menghabiskan hari pertama ini dengan mengeksplor Durbar Square dan Thamel Street sendirian,dan lucunya di hari pertama ini saking semangatnya untuk mengeksplor Thamel Street sampai-sampai saya lupa jalan balik ke hotel ,beruntung sebelum saya menuju Durbar Square tadi saya sudah membeli Sim Card Ncell(satu-satunya provider mobile phone di Nepal) seharga 250 NPR dengan balance sebesar 50 NPR memang balance nya sedikit banget tapi ternyata tarif nelpon disana murah banget. Balik lagi ke ceritanya,akhirnya setelah 1 jam saya bolak balik sana sini  *mencari alamat palsu nih ceritanye hahaha karena memang di Thamel Street ini semua jalan mirip karena semua jalan disana berupa gang-gang gitu jadi rada membingungkan,akhirnya saya langsung menelepon Ganesh untuk menjemput saya ,untung letak kantor nya dekat dengan lokasi saya saat itu hahaha..Oya ada nih pengalaman menarik tentang orang Nepal,waktu saya tersasar saya sempat bertanya dengan seorang Nepalese tampang Arab gt ,dan dia pun tidak tau Hotel tsb karena sebelum pergi dari hotel tadi saya lupa minta address card nya Hotel itu jadi ya gini deh susah buat nanya siapapun hanya dengan modal nama Hotelnya aja.Lalu dia minta nomor telepon Hotel tsb beruntung saya ada nomornya dan dengan sangat baik hati dia berkali-kali coba telpon Hotel tersebut dengan Hp nya padahal waktu itu saya sudah punya Sim Card sendiri tapi gini deh orang Indo aji mumpung ada pulsa gratis wkwkwk ,setelah berkali kali di telpon tidak bisa sampai malah saya yang bilang tidak usah lagi tapi dia tetap terus mencobanya.. Saya rasa orang kayak gini hampir punah nih di Jakarta wkwkwk..
Salah satu sudut Thamel Street.
Durbar Square
Salah satu bangunan candi di Durbar Square.



Mandi sebentar di shared bathroom nya hotel karena kamar yang saya book dari Agoda ini hanya tipe dormitory jadi semacam shared room gitu,walau sudah keliling seharian di Thamel Street bahkan sampe nyasar-nyasaran segala tapi semangat saya tak pernah padam hahaha.. Lalu saya menghabiskan malam ini dengan mencari satu Cafe terkenal yang sudah saya kantongi namanya dari Jakarta namanya Rum Doodle, tapi setelah bolak balik dan tanya sana sini kurang lebih hampir sejam tetap saja tidak ketemu cafe nya akhirnya saya memutuskan untuk makan di salah satu restoran lokal khas makanan tibet saja karena waktu sudah menunjukan jam 9 malam dan udara sangat dingin sekali di malam hari ,akhirnya saya memesan salah satu makanan khas tibet yaitu MoMo semacam daging sapi atau ayam yang dibungkus dengan semacam tepung gitu lumayan sih tapi saya tidak terlalu suka deh yang satu ini dan saya mencoba chocolate milkshake disana yaitu chocolate yang di mix dengan susu yak (semacam kerbau atau banteng khas pegunungan himalaya gitu ) enak banget menurut saya yang satu ini hehehe.. Setelah makan malam keliling sebentar untuk melihat kehidupan malam di Thamel Street ,banyak juga loh bar bar yang ada sexy dancernya dan tempat spa-spa gitu tapi sembunyi-sembunyi sih paling kita di panggil terus aja sama germo nya hahaha.. Tapi tetap ga segokil Phuket atau Pattaya di Thailand kok. hehehe.. Malam ini saya sharing room dengan seorang bule dari San Fransisco dan satu lagi bule dari Switzerland.. Saya berbincang cukup lama dengan si mister American karena dia baru saja balik dari ABC dia bercerita banyak tentang keadaan menuju kesana dan bahkan dia sengaja membuka Laptop nya untuk memamerkan foto2 selama disana,jadi makin penasaran dengan ABC nih. Asik sih sebenernya shared room gini kita bisa kenal sama orang-orang baru sekalian buat ngelatih inggris kita juga hehehe..

Nepalese Rupee

Nightlife di Thamel street
MoMo makanan khas tibet.
Chicken Fried Rice(porsi kuli) with Chocolate Milkshake.
Rincian Pengeluaran Hari - 1:
-Airport Tax Soetta Airport Jakarta = Rp 150.000,-
-Visa Nepal(15 days) = Rp 312.500,- ( USD 25 )
-Sim Card = Rp 25.500,- ( NPR 250 )
-Mineral Water = Rp 3.060,- ( NPR 30 )
-Dinner at Tibet Restaurant = Rp 51.000,- (NPR 500 )
-Trekking Guide Service (10 days) = Rp 3.500.000,- ( USD 280 )
-Rent a Sleeping Bag (10 days) = Rp 125.000,- (USD 10)(No Deposit)
Total = Rp 4.167.000,-

Currency Rate : 1 USD = Rp 12.500,-
                          1 NPR = Rp 102,-

Third Eye Adventure Service Deal (USD 280) =
-Guide cum Porter (10 days) = USD 160
-Bus to Pokhara for 2 persons = USD 15
-Bus to Nayapul for 2 persons = USD 15
-TIMS = USD 20
-ACAP Permit = USD 20
-Jeep to Pokhara from Syauli for 2 persons = USD 20
-1 Hotel in Pokhara B/B = USD 10
-Airport pickup first time = USD 10
-Service Charge = USD 10
Total = USD 280